Adab dan Cara memotong kuku dalam Islam bukan sekadar persoalan kebersihan fisik, melainkan juga bagian dari sunah dan fitrah (kebiasaan baik) yang diajarkan Rasulullah SAW. Memotong kuku secara rutin adalah bentuk menjaga kebersihan diri, yang sangat ditekankan dalam ajaran agama. Lebih dari itu, ada Adab dan Cara tertentu yang perlu diperhatikan agar amalan ini menjadi ibadah yang berpahala.
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kuku yang panjang dan kotor dapat menjadi sarang kuman serta kotoran, yang berpotensi menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, adab pertama adalah rutin memotong kuku, setidaknya sekali dalam seminggu atau dua minggu, untuk memastikan kebersihan selalu terjaga.
Mengenai hari yang disunahkan, banyak ulama berpendapat bahwa hari Jumat adalah waktu terbaik untuk memotong kuku. Ini karena Jumat adalah hari istimewa bagi umat Muslim, di mana mereka mempersiapkan diri untuk salat Jumat dengan membersihkan diri secara menyeluruh, termasuk memotong kuku.
Lalu, bagaimana cara memotong kuku yang benar? Ada berbagai riwayat dan pandangan ulama mengenai urutan jari saat memotong kuku. Sebagian menganjurkan memulai dari jari telunjuk tangan kanan, kemudian jari tengah, jari manis, kelingking, dan diakhiri jempol. Setelah itu, dilanjutkan ke tangan kiri dengan urutan kelingking, jari manis, tengah, telunjuk, dan jempol.
Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa urutan ini tidak wajib dan yang terpenting adalah memotong kuku dari setiap jari hingga bersih. Cara memotong kuku yang paling utama adalah memastikan tidak ada kotoran tersisa di bawah kuku dan kuku tidak terlalu panjang.
Setelah memotong kuku, adab selanjutnya adalah membersihkan sisa-sisa kuku yang terpotong. Sisa kuku ini sebaiknya tidak dibiarkan berserakan, melainkan dikumpulkan dan dibuang ke tempat yang layak, atau bahkan bisa ditanam di tanah sebagai bentuk penghormatan terhadap bagian dari tubuh.
Penting juga untuk tidak membiarkan kuku menjadi terlalu panjang hingga kotoran menumpuk di bawahnya, atau memotong kuku hingga terlalu pendek dan melukai kulit. Adab dalam memotong kuku adalah melakukannya dengan hati-hati dan tidak berlebihan.
Memotong kuku adalah salah satu dari sepuluh fitrah yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, di samping bersiwak, berkumur, istinsyaq (menghirup air ke hidung), mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan, khitan, membasuh bekas buang air, serta memotong kumis.
