Kesulitan mendapatkan pasokan air bersih menjadi kendala utama warga desa di Kalimantan akibat rusaknya sarana pipa air saat banjir. Setelah membantu kebersihan dapur umum melalui penyaluran alat sterilisasi alat makan, solusi penyediaan air jangka panjang mulai diwujudkan di lapangan. Tim santri menggalang dana dan memimpin pemasangan tuas pengambil air dari dalam tanah di titik pemukiman padat guna menjamin ketersediaan air bersih secara mandiri.

Pemasangan perangkat pompa air mekanis bertenaga manusia ini menjadi pilihan paling tepat untuk lokasi pedesaan yang belum terjangkau listrik. Dengan memanfaatkan kedalaman tanah yang menyimpan cadangan air bersih melimpah, warga tidak lagi tergantung pada bantuan air tangki luar daerah. Santri melakukan pengeboran tanah bersama warga hingga menemukan lapisan akuifer jernih yang bebas dari pencemaran permukaan. Air yang dihasilkan sangat bersih dan segar untuk kebutuhan harian.

Konstruksi tuas dan pipa pengisap air dibuat dari bahan logam berkualitas tinggi yang tahan terhadap korosi dan penggunaan intensif harian. Area sekitar landasan penarikan air disemen rapi dan dilengkapi dengan saluran pembuangan kecil agar tidak menciptakan genangan air becek. Keberadaan fasilitas penarikan air manual ini memudahkan para ibu dan lansia dalam mengambil air untuk memasak dan mencuci. Sarana kebersihan publik desa menjadi lebih baik.

Para santri memberikan pelatihan sederhana kepada pengurus lingkungan setempat mengenai cara perawatan mekanis alat pengambil air tanah tersebut. Pelumasan sendi tuas dan penggantian seal karet pengisap diajarkan secara rinci agar warga dapat melakukan perbaikan mandiri bila terjadi keausan. Pengetahuan teknis ini memastikan sarana penyedia air bersih dapat difungsikan dalam jangka waktu yang lama. Kemandirian komunitas pedesaan makin kuat dan teruji.

Warga desa mengekspresikan kegembiraan mereka atas tersedianya sarana air tanah yang kini berada dekat dengan pemukiman mereka. Akses air yang mudah memangkas waktu pengambilan air yang sebelumnya harus diambil dari lokasi jauh di dalam hutan. Pihak Pondok Pesantren Raudhatul Ala mengapresiasi dukungan para donatur yang telah mewujudkan pengadaan sarana fisik air bersih ini. Manfaat fasilitas ini dirasakan langsung ratusan jiwa.

Penyediaan sarana pengambil air tanah manual di Kalimantan ini mempertegas peran nyata santri dalam menghadirkan solusi infrastruktur dasar bagi masyarakat pedesaan. Akses air bersih yang aman menjadi modal utama bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Inisiatif pembangunan sarana air ini akan terus dilanjutkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan air bersih.