Pandangan tentang Perempuan dalam Kacamata Islam sering kali disalahpahami, bahkan dituduh merendahkan. Padahal, Islam mengangkat derajat perempuan dari kondisi jahiliah yang merendahkan, di mana anak perempuan dikubur hidup-hidup dan perempuan dianggap properti. Islam justru memberikan kedudukan yang sangat istimewa dan mulia bagi kaum perempuan.

Sebelum datangnya Islam, Perempuan dalam Kacamata Islam masa itu seringkali diperlakukan sebagai warga kelas dua, bahkan tidak memiliki hak waris. Islam datang dengan revolusi sosial yang mengembalikan martabat perempuan sebagai manusia seutuhnya, memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan laki-laki di hadapan Allah SWT.

Al-Qur’an dan Sunah Nabi Muhammad SAW banyak menjelaskan tentang hak-hak perempuan. Misalnya, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk bekerja (selama tidak bertentangan dengan syariat dan kewajiban utama), hak untuk memiliki harta, serta hak untuk memilih pasangan hidup. Ini menunjukkan betapa Islam menghargai otonomi mereka.

Dalam keluarga, Perempuan dalam Kacamata Islam memiliki peran sentral sebagai ibu dan istri. Ibu diberikan kedudukan yang sangat tinggi, bahkan surga berada di bawah telapak kaki ibu. Ini menunjukkan betapa besar penghargaan Islam terhadap peran perempuan dalam mendidik generasi penerus.

Sebagai istri, perempuan memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik, mendapatkan nafkah, dan perlindungan dari suami. Islam memerintahkan suami untuk bergaul dengan istri secara ma’ruf (baik). Ini adalah bentuk keadilan dan penghargaan terhadap peran perempuan dalam rumah tangga.

Islam juga menjamin hak waris bagi perempuan, meskipun bagiannya berbeda dengan laki-laki dalam beberapa kasus. Perbedaan ini bukan karena diskriminasi, melainkan karena tanggung jawab finansial laki-laki lebih besar dalam Islam. Perempuan dalam Kacamata Islam selalu dilindungi.

Kewajiban perempuan untuk menutup aurat adalah bentuk perlindungan, bukan pembatasan. Ini adalah cara Islam menjaga kehormatan perempuan dari pandangan dan niat buruk. Pakaian syar’i justru membebaskan perempuan dari objektifikasi dan eksploitasi.

Banyak tokoh perempuan hebat yang muncul dalam sejarah Islam, seperti Khadijah RA, istri pertama Nabi Muhammad SAW yang merupakan seorang pengusaha sukses, atau Aisyah RA yang dikenal sebagai ulama besar dan periwayat hadis. Ini membuktikan kapabilitas mereka.