Dunia pesantren putri selalu menyimpan sisi kreativitas yang unik dan penuh dengan kehangatan estetika. Di sela-sela kesibukan menghafal bait-bait nadhom dan mendalami kitab kuning, para santriwati juga diberikan ruang untuk mengekspresikan sisi feminin mereka melalui karya seni yang nyata. Darul Hidayah memahami bahwa kecerdasan seorang muslimah tidak hanya diukur dari penguasaan literasi agama, tetapi juga dari kemampuannya menata lingkungan sekitar agar menjadi tempat yang nyaman dan menyejukkan mata. Melalui ajang seni santriwati yang digelar secara rutin, bakat-bakat terpendam dalam bidang seni rupa dan tata ruang mulai bermunculan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan diri yang komprehensif, di mana selain mengolah keindahan visual, para santriwati juga diajak untuk meningkatkan skill tata boga agar memiliki kemandirian hidup yang paripurna di masa depan melalui program merangkai bunga yang penuh inspirasi ini.

Kegiatan lomba merangkai bunga menjadi salah satu sesi yang paling dinanti karena menuntut ketelitian serta rasa seni yang tinggi. Para santriwati diajarkan untuk memadukan berbagai jenis flora, mengatur komposisi warna, hingga memahami filosofi di balik setiap tatanan kelopak. Di Darul Hidayah, bunga bukan hanya sekadar hiasan, melainkan simbol kelembutan hati dan keasrian jiwa seorang muslimah. Dalam proses merangkai, mereka dilatih untuk bersabar dan telaten, sebuah karakter yang sangat dibutuhkan dalam menuntut ilmu. Hasil karya mereka kemudian digunakan untuk mempercantik sudut-sudut masjid dan aula pertemuan, menciptakan suasana yang lebih hidup dan segar bagi seluruh penghuni pondok.

Selain merangkai bunga, aspek dekorasi ruang juga menjadi fokus utama dalam kompetisi antar kamar atau asrama. Para santriwati ditantang untuk menyulap ruang yang terbatas menjadi tempat tinggal yang rapi, fungsional, dan estetis dengan bahan-bahan yang ada. Penggunaan barang-barang daur ulang yang diolah kembali menjadi hiasan dinding atau wadah penyimpanan menunjukkan kreativitas tanpa batas meskipun berada dalam lingkungan yang sederhana. Kemampuan menata ruang ini sangat penting untuk membentuk mentalitas “baiti jannati” (rumahku surgaku) sejak dini. Kamar yang bersih dan tertata dengan indah secara psikologis akan memberikan ketenangan bagi santriwati untuk beristirahat dan belajar dengan lebih fokus setelah seharian beraktivitas.