Era digital membawa perubahan besar di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Bagi pesantren, era ini menghadirkan Tantangan dan Peluang yang unik. Pesantren, yang identik dengan tradisi dan pembelajaran tatap muka yang kental, kini harus beradaptasi dengan kecepatan teknologi. Namun, di balik tantangan yang ada, terdapat peluang besar untuk memperluas jangkauan pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menciptakan generasi santri yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga melek digital. Menghadapi era digital dengan bijak adalah kunci bagi pesantren untuk tetap relevan di masa depan.

Salah satu Tantangan dan Peluang utama adalah penggunaan teknologi sebagai alat pembelajaran. Di satu sisi, pesantren menghadapi tantangan infrastruktur, seperti akses internet yang terbatas dan ketersediaan perangkat. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa penggunaan gawai dapat mengganggu fokus santri dalam belajar agama. Namun, di sisi lain, teknologi menawarkan peluang besar. Pesantren kini dapat menggunakan aplikasi untuk menghafal Al-Qur’an, mengakses perpustakaan digital, dan mengadakan kelas daring. Sebuah pesantren di Jawa Barat, misalnya, pada hari Rabu, 17 September 2025, meluncurkan program pelatihan digital di mana santri diajarkan cara membuat situs web untuk berdakwah.

Selain itu, era digital juga membawa Tantangan dan Peluang dalam hal konten. Santri kini memiliki akses tanpa batas ke informasi, yang bisa positif maupun negatif. Pesantren harus memainkan peran lebih besar sebagai filter dan pembimbing, mengajarkan santri untuk membedakan informasi yang benar dan salah (hoax). Namun, ini juga merupakan peluang untuk menyebarkan ajaran Islam dengan cara yang lebih menarik dan relevan. Santri dapat menjadi pembuat konten (content creator) yang membuat video dakwah pendek, podcast, atau konten edukasi lainnya yang dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Sebuah laporan dari Lembaga Riset Pendidikan Agama pada 15 Mei 2025 mencatat bahwa konten dakwah yang dibuat oleh santri memiliki tingkat interaksi yang tinggi di media sosial.

Pada akhirnya, Tantangan dan Peluang di era digital bagi pesantren adalah tentang bagaimana mereka dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam tradisi mereka. Dengan pendekatan yang bijak, pesantren dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya memiliki akhlak yang kokoh, tetapi juga mampu menggunakan teknologi untuk kebaikan, menjadikan mereka agen perubahan yang relevan dan produktif di dunia yang semakin terhubung.